Seni Airbrush

Airbrush adalah sebuah teknik seni rupa yang menggunakan tekanan udara untuk menyemprotkan cat atau pewarna pada bidang kerja. Bisa diaplikasikan di bagian tubuh yang tentunya menggunakan cat yang aman untuk kulit, bisa disemprotkan pada kendaraan, helm, casing handphone, tas dan benda – benda lainnya.

Walaupun di musim pandemi ini, airbrush tetap diminati oleh kalangan anak muda. Mereka biasanya mengecat kendaraan atau helm mereka dengan model atau motif yang mereka inginkan.
Harganya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta, tergantung besar bidang benda yang akan digambar dan tingkat kesulitan motif yang akan digambar. Bahkan banyak juga yang dari luar kota menghubungi kami untuk sekedar membawa kendaraannya dari luar kota ke Jakarta atau sebaliknya karena seniman airbrush yang biasa menjadi langganan atau yang mereka percaya ada di kota lain, namun karena kendala jarak dan waktu biasanya mereka memanfaatkan jasa pengiriman kendaraan untuk mengangkut mobil mereka ke tujuan.

Tujuan airbrush ini selain hobi, ada juga yang khusus diperuntukan lomba. Yang diluar kota atau pulau biasanya mengirimkan mobilnya melalui self drive, towing atau kapal roro untuk dikirimkan ke bengkel airbrush dan kemudian diikutsertakan untuk lomba di kota tersebut.
Mereka yang mengikuti lomba merasa senang serta puas dengan hasil seni airbrushnya, selain itu mendapatkan komunitas baru. Rejeki biasanya akan mengalir saat kita mempunyai kenalan baru dan berada di lingkungan yang baik serta kreatif. Jadi jangan lupa untuk sertakan tim Seara dalam komunitas kalian ya, kami siap memberikan solusi dalam hal pengiriman motor atau mobil.

CIRI BAN TIDAK SEHAT

Menggunakan kendaraan pribadi tidak selamanya memberikan kenyamanan pada penggunanya. Hal – hal yang membuat tidak nyaman apabila saat macet atau ban kendaraan kita mengalami masalah (kempes) dan tidak sedikit mengakibatkan pecah ban di tengah jalan jika kita tidak pernah peka pada kondisi ban kendaraan kita.

Apa saja sih ciri – ciri ban mobil kempes yang harus kita ketahui agar terhindar dari hal yang membahayakan?

1. Terdengar suara gemuruh yang sedikit lebih kencang
Saat Anda menyetir akan selalu terdengar suara gemuruh karena ban menyentuh aspal. Akan tetapi, saat ban kempes suara gemuruh ini terdengar lebih kencang bahkan hingga ke kabin karena permukaan karet ban kempes, sehingga permukaan ban yang menyentuh aspal jadi lebih lebar.

2. Ban terasa lebih empuk
Ketika ban kekurangan angin, maka ban akan terasa lebih empuk (spongy). Hal ini tentunya dikarenakan kondisi ban yang underpressure, sehingga tak sekencang saat kondisi normal. Ketika ban lebih empuk, pasti Anda akan merasakan ada yang berbeda saat mengemudi, terutama saat melalui gundukan atau jalan yang tidak rata.

3. Berkendara terasa keras saat melewati jalan yang tidak rata
Kemudian, saat mobil melintasi polisi tidur atau jalanan yang tidak rata, mengendarai mobil akan terasa lebih keras. Pasalnya, ban yang kempes tidak dapat memberikan toleransi saat melintasi jalanan yang tidak ratanya. Saat melewati gundukan, maka permukaan ban dalam dapat bersentuhan dengan velg sehingga terasa keras saat berkendara. Hal ini juga berpotensi membuat ban bocor.

4. Mobil terasa lebih berat dijalankan
Selain itu, ban kempes juga membuat mobil terasa lebih berat untuk dijalankan. Sebab semakin berat ban, maka semakin berat juga beban mobil, sehingga kecepatan mobil pun sedikit berkurang dari biasanya.

5. Setir mobil dapat belok dengan sendirinya
Masih ada satu ciri lagi, yakni setir mobil bisa berbelok dengan sendirinya. Mengapa? Sebab jika salah satu ban mobil kempes, maka kemudi akan cenderung mengarah ke arah tersebut. Misalnya jika ban mobil sebelah kanan kempes, maka setir mobil dapat berbalik ke kanan dengan sendirinya.

Apabila Anda mengalami salah satu ciri dari ban kempes di atas, sebaiknya segera mencari bengkel terdekat atau jika kondisinya tidak memungkinkan lebih baik Anda tidak melanjutkan perjalanan / berhenti di bahu jalan dan mencari bantuan seperti derek mobil. Karena alasan itulah yang membuat Seara hadir di tengah – tengah Anda agar dapat membantu saat Anda mengalami kesulitan dalam perjalanan. Keluarga Anda di rumahmu menjadi tenang karena Anda kembali dengan aman setelah melakukan perjalanan.

Memaksimalkan Gadget di Masa Pandemi

Sejak munculnya virus Covid-19 ini di Indonesia, pastinya hampir semua orang belum mempersiapkan diri untuk menghadapi dampaknya. Hingga saat ini pun aktifitas masyarakat belum kembali normal karena penambahan pasien terdampak Covid ini terus bertambah naik di Indonesia, bahkan sesekali bisa melonjak sekitar 3.000 penderita dalam satu harinya.

Tidak sedikit perusahaan yang harus memberhentikan karyawannya dikarenakan sedikitnya pemasukan yang mereka dapatkan sejak masa pandemi ini. Bahkan banyak juga perusahaan yang harus gulung tikar.

Namun putus asa atau menyerah bukanlah pilihan yang tepat untuk menghadapi pandemi ini. Kalian bisa memaksimalkan gadget / handphone yang kalian miliki untuk menambah penghasilan sedikit demi sedikit sembari mencari pekerjaan baru dan menunggu vaksin diperjualbelikan.

Bagaimana caranya kita mencari uang dengan gadget kita pribadi tanpa harus mencari modal yang besar?

  1. Bergabung dengan komunitas jejaring sosial yang berbasis bisnis seperti grosir baju tanah abang atau bibit lele area Bekasi misalnya.
  2. Mulai mengulik bisnis yang akan ditekuni, mulai dari harga, target pasar dan mempraktekannya di rumah jika ingin berbisnis seperti ternak lele.
  3. Rajin – rajinlah mengupdate status di sosial media untuk mempromosikan produk yang kita jual. Hindari status galau karena akan mempengaruhi market kita.
  4. Kumpulkan testimoni dari pembeli yang sudah menggunakan produk kita. Kemudian pasangkan di status agar orang lain tau bahwa produk dagang kita terbukti bagus dan kita bukan online shop tipu – tipu.
  5. Jika punya stok produknya di rumah, coba deh sesekali di foto yang estentik agar postingan produk kita lebih menarik

 

Sama seperti yang admin lakukan hampir di setiap harinya. Rajin mengupdate status, memposting kegiatan pengiriman kendaraan / alat berat dan menampilkan testimoni dari customer yang sudah menggunakan jasa kami. Harapannya agar banyak orang yang paham siapa Seara dan langsung ingat dengan Seara jika sewaktu – waktu mereka membutuhkan jasa kirim mobil.

Jika ke 5 langkah di atas selalu konsisten kita jalankan dan ditambah dengan doa, pasti kita bisa melewati masa sulit pandemi ini. Aamiin.

 

Welcome September, Oktober dan bulan akhir -ber lainnya yang kata orang tuh bulan – bulan itu adalah bulan dengan musim penghujan. Namun sekarang musim hujan / kemarau tidak lagi datang dengan tertib sesuai pembagian bulannya dikarenakan bumi sudah mulai menua, terkadang bisa mendadak hujan terus menerus, terkadang musim panas tidak segera disambut dengan cepat oleh musim hujan.

Dan di pertengahan bulan September ini beberapa daerah di Indonesia sudah mulai mengalami musim penghujan dan tidak sedikit yang berakhir dengan banjir.

Per malam kemarin 21 September pun diinfokan bahwa Sungai Cikeas masih terpantau aman namun bendungan Katulampa sudah siaga 1. Untuk itu masyarakat mulai was – was dan khawatir kalau akan terjadi banjir seperti awal Januari kemarin.

Berikut ini beberapa tips yang sebaiknya dilakukan sebelum banjir menghampiri pemukiman kita, sebagai berikut :

  1. Memindahkan barang – barang penting yang ada di dalam rumah ke tempat yang lebih tinggi
  2. Memindahkan kendaraan Anda ke parkiran yang lebih aman
  3. Membersihkan saluran air agar tidak juga menjadi sarang nyamuk di musim hujan seperti ini
  4. Membuat posisi pagar / teras lebih tinggi dari jalanan
  5. Membuat sumur resapan air / biopori
  6. Menanam pepohonan
  7. Membuang sampah pada tempatnya

Nah, nantinya apabila Anda memerlukan jasa pindahan sebelum terjadi banjir atau derek mobil setelah banjir dikarenakan mobilnya terendam banjir, maka kamilah tim yang siap membantu Anda.
Namun doa kami pun sama agar kita semua dijauhkan dari segala macam bencana dan terhindar dari covid19. Aamiin.

Mengulang Kembali PSBB

Minggu lalu Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies mengumumkan bahwa Rumah Sakit Jakarta diprediksi tidak dapat menampung pasien lagi sampai dengan pertengahan September karena banyaknya pasien covid yang harus diisolasi di RS Jakarta. Karena alasan tersebut maka pemerintah DKI Jakarta memberlakukan kembali PSBB total seperti masa pandemi sebelumnya per 14 September 2020 kemarin.

Namun pada peraturan PSBB kali ini, Pemerintah DKI Jakarta tidak menerapkan SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) untuk masyarakat yang hendak keluar dan masuk ke Jakarta. Mall dan pusat perbelanjaan lainnya pun tetap diperbolehkan beroperasional. Namun beberapa tempat wisata seperti taman Ragunan, Taman Mini, Ancol dan lainnya ditutup sampai PSBB ini selesai. Untuk masyarakat yang sudah berlangganan tiket maka tiket tersebut akan diperpanjang masa berlakunya sampai dengan Juni 2021.

Peraturan lainnya yang diberlakukan saat PSBB kali ini adalah hanya 25% karyawan yang boleh berada di dalam perkantoran dan sisanya bekerja dari rumah. Kebijakan tersebut tentunya menjadikan aktifitas perkantoran menjadi kurang maksimal dan tentunya berdampak pada pendapatan perusahaan dan masyarakat umum lainnya.

Sedangkan untuk Botabek telah diumumkan bahwa tidak ada PSBB namun membatasi aktifitas masyakarat sampai dengan jam 23.00.

Kedua kebijakan pemimpin daerah yang berbeda ini tentunya menuai pro dan kontra. Jika memberlakukan WFH maka dapat mengurangi laju penambahan pasien corona, namun jika tidak WFH maka masyarakat tetap dapat mencari nafkah untuk kebutuhan sehari – harinya.

Kalau menurut admin apapun keputusan Pemimpin / Pemerintah, kembali lagi kepada diri kita masing – masing untuk sadar akan proteksi diri yang lengkap apabila sedang beraktifitas di luar rumah dan tidak lupa pada Seara saat membutuhkan jasa pengiriman kendaraan serta derek 24 jam apabila kendaraan Anda mengalami kendala.  

Perpindahan Lokasi

Pernahkah mendengar istilah semua akan pindah pada waktunya? Iya, benar setiap orang akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, misalnya berpindah tempat kerja, berpindah hati, berpindah rumah atau pindah lokasi tempat usaha.

Yang akan Admin bahas disini bukan tentang pindah hati ya tapi perpindahan rumah atau lokasi tempat usaha. Banyak alasan seseorang berpindah lokasi, salah satunya mungkin karena sudah tidak betah, sudah habis masa kontrak atau ada lokasi lain yang lebih nyaman untuk ditinggalin sebagai rumah atau tempat usaha.

Dari semua alasan itu, pastinya proses perpindahan tersebut membutuhkan jasa armada / kendaraan untuk mengangkut barang – barangnya. Untuk itulah Seara hadir sejak 2014 untuk memberikan solusi kepada Anda untuk mempermudah urusan perpindahan Anda.

Kami siap melayani pengangkutan mobil dinas, truk, genset, alat berat dan benda lainnya yang diperlukan untuk urusan perpindahan Bapak dan Ibu. Jadi jangan pernah ragu untuk tanya – tanya harga ke Seara dan mari kita deal sampai mendapatkan deal di harga yang terjangkau dengan servis terbaik.

Pemerasan Oleh Derek Liar

 

 

Paska banjir yang melanda di sejumlah wilayah Jabodetabek, banyak kendaraan yang mengalami musibah terendam banjir.
Hal ini menyebabkan mobil dan motor menjadi rusak dengan kondisi mesin mati.
Yang dilakukan adalah membawa kendaraan tersebut pada bengkel terdekat atau bengkel terpercaya.
Syukur-syukur kendaraan tersebut masih bisa dikendarai hingga bengkel, kalau tidak, jasa derek menjadi alternatif pilihan untuk membawa kendaraan tersebut.
Alih-alih mendapatkan pelayanan pengiriman kendaraan dengan baik, pemilik kendaraan mendapatkan ancaman berupa pemerasan biaya pengiriman yang tidak masuk di akal dan mahal.
Pemerasan seperti ini biasa dilakukan oleh derek liar.
Seperti berita yang kami langsir dari kompas.com berikut ini

Jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur mengungkap kasus pemeresan bermodus derek liar di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan korban berinisial AM.

Pada Kamis (9/1/2020), sekitar pukul 20.30 WIB, AM melintas di Jalan Mayjen Sutoyo dengan mobilnya. Saat tiba di TKP, AM diteriaki para pelaku yang berjumlah empat orang bahwa mobilnya mengeluarkan asap.

“Langsung berhenti, setelah berhenti kawanan derek liar ini langsung turun, yang satu bernegosiasi dengan sopirnya (korban),” kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (21/1/2020).

Diperiksa Propam, Warga Ini Klarifikasi Pernyataannya soal Pemerasan Oknum Polisi Para pelaku memiliki perannya masing-masing.

Ada yang bernegosiasi dengan korban, mencopot kabel mesin mobil secara diam-diam, dan ada yang mengaitkan mobil ke mobil derek pelaku.

“Yang satu ada yang mencopot kabel sehingga mesinnya menjadi mati, dan yang satu lagi langsung mengaitkan mobil korban ke mobil derek,” ujar Arie.

Usai sepakat diderek, mobil korban tidak dibawa ke bengkel. Melainkan hanya dibawa berputar balik di Jalan Mayjen Sutoyo dan berhenti di depan kantor PT ASABRI yang masih berada di satu ruas jalan tersebut.

Kemudian pemerasan korban pun terjadi. Korban dipaksa memberi imbalan uang sebesar Rp 1.500.000 kepada pelaku.

“Terjadi negosiasi dengan melakukan kekerasan bahkan korban sempat ditampar oleh salah satu pelaku. Akhirnya korban memberikan uang sejumlah Rp 1.500.000,” ujar Arie. Para pelaku pun melarikan diri dan korban langsung melapor polisi.

Olah TKP langsung dilakukan polisi dan usai melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial IDK (73).

“Sudah ada beberapa informasi masuk ke kita, sehingga kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Sementara baru kita amankan baru satu orang, atas nama IDK, yang tiganya DPO,” ujar Arie.

Kepada polisi, IDK mengaku sudah tiga bulan menjalankan aksi pemerasan dengan modus derek liar di wilayah Jakarta Timur.

Hingga kini polisi masih memburu tiga pelaku lainnya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dan pengancaman dengab ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Polisi Ungkap Kasus Pemerasan Bermodus Derek Liar di Cawang”, https://megapolitan.kompas.com/read/2020/01/21/18435921/polisi-ungkap-kasus-pemerasan-bermodus-derek-liar-di-cawang?page=all.
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Jessi Carina

Menanggapi berita diatas, sebaiknya kita waspada dalam berkendaraan dan memilih jasa derek untuk membantu mengantar kendaraan kita ke bengkel.

beberapa tips memilih perusahaan truk derek atau towing.

  1. Anda bisa melihat review dari layanan mereka di web, google ataupun sosmed yang mereka miliki. Bagaimana tingkat kepuasan konsumen setelah memakai jasa mereka.
  2. Kualitas kerja mereka dapat dilihat dari apakah mereka memiliki beberapa mitra kerja atau tergabung dalam beberapa organisasi perdagangan. Jika mereka memiliki beberapa mitra kerja maka itu pertanda baik dari tingkat komitmen mereka terhadap kualitas kerja karena beberapa organisasi tersebut pasti puas dengan kualitas kerja perusahaan tersebut sehingga bermitra dengan perusahaan truk towing tersebut.
  3. Jika anda sudah terlanjur menelepon dan memesan, tingkat profesionalisme dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu; ketepatan waktu mereka datang, Apakah mereka menggunakan seragam atau pakaian biasa, apakah peralatan mereka terbaru dan terakhir bagaimana kerja mereka apakah sudah tepat dan efisien.
  4. Anda juga dapat menanyakan izin perusahaan yang mereka punya. Perusahaan jasa pengiriman resmi selalu memiliki izin dan akta pendirian perusahaan dan itu terdaftar di  negara.

Dari beberapa rincian tersebut dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda akan menggunakan kembali layanan mereka atau tidak.

Mengenal Pelabuhan Tanjung Priok

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman kendaraan dan alat berat antar pulau, pelabuhan tanjung priuk adalah salah satu pelabuhan yang paling sering kami kunjungi untuk melakukan kegiatan penyebrangan selat dan peraian membawa kendaraan.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau.

Asal Nama Tanjung Priok

Kata Tanjung Priok berasal dari kata tanjung yang artinya daratan yang menjorok ke laut, dan priok (periuk) yaitu semacam panci masak tanah liat yang merupakan komoditas perdagangan sejak zaman prasejarah.

Anggapan nama Tanjung Priok berasal dari tokoh penyebar Islam Mbah Priuk (Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad Husain) menurut pendapat budayawan Betawi Ridwan Saidi dan sejarawan Alwi Shahab adalah salah, karena kawasan ini sudah bernama Tanjung Priok jauh sebelum kedatangan Mbah Priuk pada tahun 1756.[2]

Sejarah Tanjung Priok

Pemerintah Hindia Belanda mengembangkan kawasan Tanjung Priok sebagai pelabuhan baru Batavia pada akhir abad kesembilan belas untuk menggantikan pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di sebelah baratnya karena telah menjadi terlalu kecil untuk menampung peningkatan lalu lintas perdagangan yang terjadi akibat pembukaan Terusan Suez. Pembangunan pelabuhan baru dimulai pada tahun 1877 oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge (1875-1881). Beberapa fasilitas dibangun untuk mendukung fungsi pelabuhan baru, antara lain Stasiun Tanjung Priok (1914).[3]

Pelabuhan air modern terbesar se-Indonesia di Jakarta. Dibangun untuk menggantikan pelabuhan lama yakni Pasar Ikan yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat lagi. Lokasinya berjarak sekitar 9 km di sebelah timur dari pelabuhan lama. Wilayahnya masuk dalam lingkup administratif pemerintahan Kelurahan Tanjung Priok, Kec. Tanjung Priok, wilayah Kotamadya Jakarta Utara. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan suatu pelabuhan laut dalam yang pertama di mana kapal-kapal dapat bersandar, memuat batubara dan diperbaiki di suatu dok yang kering. Sebuah jalan kereta api juga dibuat untuk menghubungkan Tanjung Priok dengan kota lama Batavia dan daerah baru di selatan. Bermula dari kritik atas kelemahan fasilitas pelabuhan lama di Batavia, Tanjung Priok sampai sekarang tetap eksis sebagai pelabuhan penting bagi Jakarta untuk lalu lintas kapal-kapal besar.

Sebelum menjadi areal pelabuhan, awalnya areal ini merupakan tanah partikelir Tanjung Priok dan tanah partikelir Kampung Kodya Tanjung Priok, yang dikuasai oleh beberapa orang tuan tanah yaitu: Hana birtti Sech Sleman Daud; Oeij Tek Tjiang; Said Alowie bin Abdulah Atas; Ko Siong Thaij; Gouw Kimmirt; dan Pattan. Tanah partikelir tersebut kemudian diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda, lalu disewakan kepada maskapai pelayaran Koninklijke Paketvaar Maatschappij (KPM) guna pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Tanjung Priok. Tanah partikelir tersebut merupakan areal kebun kelapa. Gagasan pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok dipelopori oleh kalangan swasta pemilik modal (kaum kapitalis) di negri Belanda.

Kemudian KPM bermitra dengan Perusahaan Burn Philip Lina, Rotterdamsche Loyd Ocean, Nederlandsche Loyd Ocean. Selain itu juga meminta jaminan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk membantu dalam pengendalian keamanan dan pengerahan tenaga buruh pribumi. Pemerintah Hindia Belanda segera membatalkan status tanah partikelir Kampung Kodya Tandjung Priok dan tanah partikelir Tandjung Priok, kemudian disewakan kepada KPM selama 75 tahun sejak tahun 1877. Pemerintah Hindia Belanda juga menekan para bupati di Jawa khususnya bupati-bupati di Banten dan Priangan serta Jawa Tengah untuk mengirimkan rakyatnya bekerja bagi pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok

Pengerjaan Pelabuhan Tanjung Priok dimulai pada bulan Mei 1877 dan selesai pada tahun 1886. Dimulai dengan pembangunan Pelabuhan I setelah adanya ketentuan bahwa kegiatan Pelabuhan Sunda Kelapa dipindahkan ke Tanjung Priok. Perencana pelabuhan ini adalah Ir.J.A.A. Waldrop, seorang insinyur yang berasal dari Belanda sedangkan pelaksananya adalah Jr. J.A. de Gelder dari Departement B.O.W., seorang Insinyur Perairan. Dengan diresmikannya Pelabuhan Tanjung Priok 1886, maka kegiatan pelabuhan utama Batavia yang semula berada di Kali Ciliwung sekitar kasteel Batavia dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Kali Ciliwung tersebut, kemudian dikenal dengan nama Pelabuhan Pasar Ikan. Selain membangun Pelabuhan Tanjung Priok, KPM juga membangun Pelabuhan Teluk Bayur-Padang (Port Van der Capellen) pada tahun 1886 dan Pelabuhan Belawan Deli tahun 1891. Pada awal peresmiannya, hanya beberapa kapal bermesin uap dan mayoritas adalah kapal-kapal layar. Memasuki abad ke-20 jumlah kapal bermesin uap meningkat menggantikan kapal-kapal layar. Pada tahun 1912 sejalan dengan perkembangan ekonomi yang pesat pelabuhan itu dirasakan terlalu kecil maka dilakukan perluasan.

Pada tahun 1914 dimulai pembangunan Pelabuhan II. Pemborong bangunannya adalah Volker. Tahun 1917 pembangunan selesai dengan panjang kade pelabuhan 100 meter dan kedalaman air 9,5 meter LWS, sedangkan bendungan bagian luar diubah dan diperpanjang sedang lebar kade 15 meter untuk double spoor kereta api dan kran-kran listrik. Tahun 1917 dibangun juga tempat penyimpanan batubara oleh NISHM serta tempat penyediaan bahan bakar oleh BPM dan Shell.

Pelabuhan III mulai dibangun tahun 1921, tetapi terhenti akibat Malaise. Kemudian dilanjutkan kembali tahun 1929 dan selesai tahun 1932 dengan panjang kade 550 meter di sebelah barat. Pada masa pendudukan Jepang, Pelabuhan Tanjung Priok dikuasai oleh Djawa Unko Kaisya yang berada di bawah Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Kondisi pelabuhan sebagian rusak, khususnya sengaja dirusak oleh Belanda yang menyerah kepada Jepang (7 Maret 1942). Agar pelabuhan dapat dioperasikan, Jepang mengerahkan tenaga Romusha untuk memperbaiki pelabuhan. Seperti pengerukan alur, pembersihan alur dari ranjau-ranjau yang sengaja ditebarkan oleh Belanda. Selain alur pelabuhan, banyak fasilitas lainnya yang rusak dan harus diperbaiki, seperti gudang-gudang, dok, dermaga dan jalan.

Setelah kemerdekaan RI (17 Agustus 1945), Pelabuhan Tanjung Priok diambil alih oleh bangsa Indonesia/pemerintah RI melalui Badan Keamanan Rakyat Laut Tanjung Priok bersama pejuang Indonesia lainnya yang umumnya merupakan pekerja pada Pelabuhan Tanjung Priok pada masa Kolonial Belanda maupun masa Kolonial Jepang. Pada pertengahan September 1945 Pelabuhan Tanjung Priok dikuasai oleh pemerintah RI, namun beberapa minggu kemudian dikendalikan oleh NICA yang membonceng pada Sekutu 29 September 1945. Pengendalian oleh NICA berlangsung sampai tanggal 27 Desember 1949.

Setelah pengakuan kedaulatan RI (27 Desember 1949), berdasarkan pasal perjanjian KMB (Konferensi Meja Bundar) Pelabuhan Tanjung Priok harus dikembalikan kepada Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang masih memiliki hak pengelolaan berdasarkan konsesi selama 75 tahun sejak tahun 1877, yang berarti KPM masih memiliki hak pengelolaan sampai tahun 1952. Pada tahun 1952 pemerintah RI melakukan “Nasionalisasi” atas Pelabuhan Tanjung Priok, pengelolaannya diserahkan kepada Kementerian Perhubungan, Djawatan Perhubungan Laut, sedangkan pelaksananya adalah Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP).

Untuk pelaksanaan aktivitas pelabuhan, seluruh kapal KPM diambil-alih lalu diserahkan kepada PN.Dok Tanjung Priok. Fasilitas gudang, fasilitas dermaga, dan fasilitas lainnya dikelola BPP yang melibatkan berbagai instansi terkait seperti Djawatan Bea dan Cukai, Djawatan Pengerukan, Djawatan Imigrasi, Komandan Militer Kota, KPPP, KPLP dan lainnya. Untuk meningkatkan jasa pelayanan pelabuhan, pemerintah RI melakukan perbaikan atas fasilitas yang rusak akibat perang kemerdekaan (1945-1949), juga melakukan pembangunan fasilitas/ sarana/prasarana infrastruktur dalam rangka menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia. Pada tahun 1955 diresmikan fasilitas Pelabuhan Nusantara I dalam areal pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Tanjung Priok ditetapkan sebagai Perusahaan Negara. Sistem organisasi kepelabuhan diubah dengan penguasa tunggal di pelabuhan adalah “Komandan Penguasa Pelabuhan” yang di dalamnya tergabung Kesyahbandaran sebagai staf Operasi dan P.N. Pelabuhan sebagai staf jasa. Tahun 1969 organisai P.N. Pelabuhan lebih diarahkan pada segi Ekonomi dan Perdagangan, sedang Penguasa Pelabuhan diubah menjadi administrator pelabuhan selaku penangggungjawab umum dan tinggal di pelabuhan di dalam organisasi Badan Penguasa Pelabuhan (BPP) dengan dibantu oleh semacam Penasihat yaitu Badan Musyawarah Pelabuhan (BMP) sedangkan Adpel sendiri berada di bawah pengawasan Kepala Daerah Pelayaran.

Tanggal 13 Januari 1971 terjadilah penandatanganan perjanjian kerjasama Pelabuhan Tanjung Priok dengan Priams (Amsterdam) dengan tukar menukar data dan pendalaman sebagai bahan perbandingan. Kemudian Presiden membentuk Team Penertib Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut “Walisongo” yang mengadakan perbaikan-perbaikan di pelabuhan.

Tahun 1974 Pembangunan Proyek Besar Dermaga Pelabuhan III Timur dan Dermaga Pelabuhan I Timur sebagai tambahan terbesar untuk fasilitas tempat di pelabuhan. Selain itu dibuat juga Operation Room BPP yang diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Team Walisongo Slamet Danudirdjo tanggal 5 Juli 1975 dengan mengibaratkan Tanjung Priok sebagai “Si Denok Bandarwati”. Motto tersebut bermakna “Hari esok haruslah lebih baik dari hari ini karena hari ini telah lebih baik dari hari kemarin”. Dengan motto ini Pelabuhan Tanjung Priok ditata dari hari ke hari tanpa mengenal lelah. Si Denok Bandarwati yang telah mencapai usia seabad ini telah mengubah wajahnya, mengubah bentuknya menyesuaikan diri pada perkembangan masa kini. Pelabuhan bisa mencapai keadaan seperti sekarang ini adalah pula atas kerja sarna semua unsur di pelabuhan mulai dari buruhnya sampai kepada Adpelnya, dari para penguasanya sampai pada pengelolanya. Pada Upacara peringatan 100 tahun, tercetus puisi persembahan untuk Si Denok Bandarwati ciptaan Slamet Danudirdjo.

Tahun 1977 Pelabuhan Tanjung Priok mencapai usia 100 tahun atau seabad, dalam rangka peringatan ini diadakan “7 tahun Interport Sports Meet ” dengan para pesertanya dari Pelabuhan Singapura, Penang, Sabah, Kuching, Bangkok, Rejang Johor, Manila, Kuantan, Belawan dan Tanjung Perak. Puncak acara peringatan ini berlangsung tanggal 17 Juni 1977 di mana secara resmi Peringatan 100 tahun Pelabuhan Tanjung Priok dimulai.

Baca Juga : Mengenal Kapal RoRo

Source : wikipedia

Apakah Anda Pengemudi Yang Baik?

Bisa mengemudi, belum tentu bisa mengendalikan mobil

Bisa mengendalikan mobil, belum tentu bisa disebut pengemudi yang baik.

Meski begitu, menjadi pengemudi yang baik bukanlah suatu hal sukar.

Selain mematuhi aturan, pengemudi yang baik adalah pengemudi yang mampu membuat kegiatan berkendara menjadi sebuah seni, menyenangkan, dan tentunya aman

Apakah kita sudah masuk dalam kategori pengemudi yang baik?

Mari kita lihat ciri-cirinya.

Berikut adalah 9 ciri-ciri pengemudi yang baik, berdasarkan penilaian dari beberapa pakar serta pembalap profesional

Memiliki Strategi Keluar dari Masalah di Jalanan

Keluar dan kabur dalam artian bukan melarikan diri, tapi lebih tepatnya mampu memutuskan cara bagaimana menghindarkan diri dari masalah-masalah di jalan, seperti tahu caranya memilih jalan tikus yang ampuh dalam kemacetan, atau mengendalikan mobil sewaktu ada kecelakaan di depan. Hal yang sangat penting, karena kita tidak tahu akan ada apa di jalan nanti

Jiwa & Perasaan yang Tenang serta Stabil

Kemampuan untuk tetap tenang sewaktu dalam tekanan adalah bagian penting dalam berkendara. Tidak panik ketika ada kecelakaan atau jalanan yang licin adalah contohnya. Dengan perasaan yang tenang dan stabil, anda dapat memilih tindakan yang tepat ketika ada masalah, karena anda tidak dapat menebak momen-momen apa yang akan anda hadapi nanti di jalan raya

Berpikir Panjang ke Depan

Banyak pengemudi memandang ke depan ketika mengemudi, sedangkan pengemudi yang baik adalah yang melihat ke jalan serta lalu lintas sejauh mata mereka mampu memandang, karena dengan tahu kondisi jalan, anda dapat mengetahui tindakan apa saja yang akan ambil, seperti mengerem atau menambah kecepatan jika memungkinkan

Tahu serta Waspada akan Batas Maksimum

Bukan hanya batas maksimum kecepatan, namun juga kemampuan mengemudi anda, mobil serta jalanan yang dilalui. Dengan memperhitungkan batas maksimum yang mampu dilakukan, maka dapat dipastikan anda akan aman di jalan raya. Memang menyenangkan memaksakan diri sampai batas maksimum mobil, namun tidak lucu jika anda harus mengalami kecelakaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain

Halus

Pengemudi yang mengemudi dengan halus & teratur pasti pengemudi yang baik. Seperti menjaga kecepatan mobil dengan stabil, atau menjaga penumpang tidak muntah karena mobil yang meliuk-liuk di tikungan dengan kencang. Dengan mengemudi yang halus, pasti memiliki banyak manfaat dalam mengemudi

Sabar

Mengemudi yang baik tahu kapan harus berada di depan dan di belakang. Tidak harus anda menyalip setiap mobil yang ada, meski anda serta mobil memiliki kemampuan untuk itu. Pembalap yang hebat tahu kapan harus menjaga jarak dengan pembalap di depannya, dan ketika momennya pas, maka baru dia menyalip, sama seperti pengemudi di jalan raya. Jadi, intinya : Sabar & tunggu momen yang tepat.

Baca juga : Mengelola Emosi Saat Mengemudi

Menghilangkan Gangguan

Semua orang tahu, ketika ada telepon masuk ketika berkendara, maka kemungkinan akan terjadi kecelakaan akan lebih besar. Pengemudi yang baik adalah yang menaruh handphone & gadget miliknya di tempat yang mudah diakses, dan tidak mengangkat telepon atau membaca SMS sewaktu mengemudi. Lebih sedikit gangguan, maka akan lebih aman anda di jalan, simple

Presisi

Pembalap yang hebat adalah yang mampu menyapu tikungan di sirkuit dengan sempurna. Setiap tikungan dilewati dengan pas, hanya berbeda beberapa inci bahkan senti, tidak peduli kondisi cuaca maupun gangguan di jalan. Sama seperti pengemudi di jalan raya, yang mampu menjaga kecepatan serta mampu menyalip dengan efisien setiap mobil di jalan tol, atau melewati tikungan-tikungan di jalan pasti mampu menghemat waktu berkendara. Dengan kecepatan yang konsisten serta tidak terburu-buru, anda pasti lebih aman di jalan

Konsisten

Ini berhubungan dengan poin ke-3, Presisi. Seperti contoh adalah Ayrton Senna atau Michael Schumacher, mereka dengan konsisten mencetak kemenangan atau podium, tidak peduli kondisi mobilnya sudah tidak maksimum atau sedang dalam tekanan baik luar atau dalam. Pengemudi yang baik mampu berkendara dengan waktu yang tepat dengan kecepatan yang sama. Membuat penumpang dan tujuan berkendara menjadi lebih pasti dan aman

Pengalaman

Bisa dibilang tidak ada cara yang lebih cepat untuk mendapatkan pengalaman, selain anda harus banyak mengemudi. Apalagi untuk pengemudi pemula, semakin anda banyak mengemudi di kondisi jalan yang beragam dan trayek yang berbeda, maka makin pandai dan mampu mengambil tindakan apa yang harus anda ambil.

Melihat dari ke sepuluh ciri pengemudi yang baik di atas, Seara menetapkan seleksi ketat dalam memilih pengemudi mobil towing yang kami punya.

Hal ini merupakan upaya dari Seara dalam memberikan layanan terbaik dan rasa aman kepada para konsumennya.

Jadi jangan ragu hubungi kami untuk mendapatkan layanan prima dari para driver kami.

Kapal Ro-Ro

Sejarah Kapal Ro-Ro

Kapal roll-on/roll-off atau disingkat Ro-Ro merupakan salah satu jenis kapal yang sangat populer di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Sejarah Kapal Ro-Ro pertama kali di kenalkan di dunia pada tahun 1850, tepatnya di Skotlandia (Inggris) pada masa kejayaan kereta api bertenaga uap.

Awalnya, Kapal Roro didesain untuk mengangkut gerbong kereta menyeberangi sungai yang lebar, hingga Ro-Ro pun memiliki rel pada decknya.

Lalu Kapal Ro-Ro pun berkembang di kawasan Baltik dan Mediterrania.

Pada PD II, militer mengaplikasikan Roro untuk mengangkut tank dan kendaraan tempur lainnya.

Sedangkan penggunaan kapal roro pada pelayaran niaga dimulai sekitar awal 1950an, didorong oleh perkembangan moda transportasi darat, seperti kendaraan pribadi, bus dan truk.

Tak mudah memperoleh data yang akurat, namun diprediksi kini ada sekitar 6000 unit armada Ro-Ro di seluruh dunia.

Riset FAROS menyebutkan bahwa pada tahun 2009, Ferry RoRo sudah mengangkut sebanyak 2 miliar orang dan 250 juta unit kendaraan bermacam tipe per tahun.

Di Indonesia, PT. ASDP Indonesia Ferry sebagai operator terbesar memiliki 146 unit kapal Roro (tahun 2017). Jumlah total kapal Ro-Ro di Indonesia diperkirakan sekitar 200 unit.

Kelebihan Kapal Ro-Ro

Salah satu kelebihan dari kapal ro-ro adalah kemampuannya untuk berintegrasi dengan sistem transportasi lain dan waktu bongkar muat yang cepat.

Kapal Ro-Ro mampu memuat penumpang dan kendaraan, dimana kendaraan memasuki (Roll On) dan keluar (Roll Off) kapal dengan penggeraknya sendiri, yang sering disebut Rolling Cargo.

Dari aspek operasional, metode bongkar muat ini lah yang menjadi ciri khas kapal Ro-Ro.membuat Ro-Ro menjadi pilihan utama untuk pelayaran jarak pendek.

CV Seara setiap kali melakukan pengiriman kendaraan antara pulau atau antara daerah yang melakukan penyebrangan laut atau selat, biasa menggunakan Kapal Ro-Ro sebagai media pengantar kendaraan.

Karena kapal ini selalu tersedia di setiap dermaga di Indonesia.

 

Kelemahan Kapal Ro-Ro

Meski sukses secara komersil, RoRo memiliki kelemahan pada aspek safety, karena fitur uniknya yang secara mendasar berbeda dengan kapal jenis lain, yaitu pada fitur Subdivision dan Damage Stability.

Kapal Ro-Ro adalah zero subdivison, karena memiliki ruang muat terbuka (untuk kendaraan) tanpa sekat-sekat yang kedap air.

Volumenya sangat besar karena sepanjang badan kapal, dengan pintu di salah satu atau kedua ujungnya.

Sedangkan damage stability menyangkut kestabilan kapal dalam situasi sedang mengalami kerusakan atau saat tidak normal.

Secara konsep, kapal dirancang harus mampu mempertahankan stabilitas (tidak terbalik, atau tenggelam) pada saat kondisi terburuk yang diperkirakan dapat terjadi. Misalnya kebocoran lambung dan terpaan gelombang tinggi.

Dari aspek ini, RoRo termasuk kapal dengan kategori stabilitas yang rendah.

IMO dalam Konvensi SOLAS 1974 Bab II-1 (amandemen tahun 1995) mendefinisikan RoRo sebagai kapal penumpang dengan ruang kargo ro-ro atau ruang kategori khusus.

Oleh IMO, walau utamanya untuk mengangkut rolling cargo, kapal RoRo dikelompokkan dalam Class kapal penumpang, yang prosedur keselamatannya sangat ketat.

Ro-Ro di Indonesia

Di Indonesia, kapal Ro-Ro termasuk dalam jenis moda yang digunakan pada angkutan sungai, danau dan penyeberangan selat.

Namun, karena tidak banyak sungai dan danau besar (Kecuali di Danau Toba) di Indonesia, Ro-Ro lebih banyak digunakan untuk penyeberangan selat dan pelayaran di perairan pesisir (coastal shipping).

Sejarah kapal RoRo di Indonesia tak lepas dari dibangunnya pelabuhan Merak pada awal tahun 1912 oleh perusahaan kereta api Staatspoorwegen atas penugasan dari Pemerintah Hndia Belanda.

Pelabuhan Merak dibangun untuk menunjang ekspor Hindia Belanda dari Indonesia ke luar negeri.

Rel kereta dari tanah abang (Jakarta), melintasi Tangerang, Rangkas Bitung, Serang hingga Merak menjadi sarana pengangkutan orang dan hasil bumi Indonesia.

Dari Stasiun Merak yang menyatu dengan Pelabuhan Merak, kereta memasuki kapal Roll On yang berlayar menyeberangi selat sunda hingga Pelabuhan Panjang (Lampung), dimana Kereta Roll Off untuk menuju Stasiun Teluk Betung.

 

Sampai tahun 2014, Indonesia memiliki 225 rute penyeberangan, terdiri atas 44 rute komersil dan 181 rute perintis.

Dilayani 306 unit kapal Ro-Ro, dimana 118 unit dikelola ASDP Ferry Indonesia, 170 unit oleh swasta, dan 18 unit oleh BUMD.

Jumlah pelabuhan penyeberangan ada 156 unit, terdiri dari 117 dikelola Pemda, 35 unit dikelola ASDP dan 4 unit dikelola UPT-Kemenhub.

 

Dari sejarahnya, Ro-Ro memang lebih dekat dengan transportasi darat. Kapal Ro-Ro berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dua ruas jalan yang terpisah oleh laut sempit.

Mungkin karena alasan itu lah mengapa kapal Ro-Ro di Indonesia diurus oleh Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Namun, ada perkembangan menarik pada tahun 2017.

Kemenhub menerbitkan PM 107/2017 tentang penyelenggaraan angkutan penyeberangan jarak jauh menggunakan kapal Ro-Ro (Long Distance Ro-Ro).

Tujuannya untuk mengurangi beban jalan di sepanjang pantai utara pulau Jawa, Bali, dan Lombok.

Tipe yang digunakan untuk angkutan di atas adalah Ro-Ro Penumpang atau RoRo barang. Dengan kapasitas angkut paling sedikit 100  unit truk serta kecepatan dinas minimal 15  knot.

Adapun trayek penyeberangan jarak jauh yang dimaksud adalah Jakarta – Semarang, Jakarta – Surabaya, dan Surabaya – Lembar, Lombok.

Kebijakan di atas sebenarnya adalah implementasi konsep coastal atau short sea shipping.

Artinya, kapal Ro-Ro yang awalnya berfungsi menjadi jembatan sekaligus perpanjangan jalan darat, kini menjadi kompetitor bagi transportasi darat.